JURNAL PRAKTIKUM
OSCILLOSCOPE DAN PENGUKURAN DAYA
Nama : Tengku Rezky Ariga Syahputa
No BP : 2410952064
Tanggal Praktikum : 25 Maret 2025
Asisten : 1. Putri Aisyah John
2. Naysilla Angel
Oscilloscope
1. Mengukur dan Mengamati Tegangan Searah dan Tegangan Bolak-Balik
Tegangan DC | ||
Amplitudo Vpp | Perioda | Frekuensi |
2,4 V | - | - |
Tegangan AC | ||
Amplitudo Vpp | Perioda | Frekuensi |
42,4 V | 99,90 us | 10,01 KHz |
2. Membandingkan Frekuensi
Jenis Gelombang | Frekuensi oscilloscope |
Frekuensi Generator Fungsi |
Sinusoidal | 10,02 KHz | 10 KHz |
Gigi gergaji | 9,960 KHz | 10 KHz |
Pulsa (Kotak) | 10 KHz | 10 KHz |
3. Membandingkan Frekuensi dengan Cara Lissajous
Perbandingan Frekuensi | Frekuensi Generator A (fy) | Frekuensi Generator B (fx) | Gambar Lissajous |
1 : 1 | 1 KHz | 1 KHz | |
1 : 2 | 1 KHz | 2 KHz | |
2 : 1 | 2 KHz | 1 KHz | |
1 : 3 | 1 KHz | 3 KHz | |
3 : 1 | 3 KHz | 1 KHz | |
2 : 3 | 2 KHz | 3 KHz | |
3 : 2 | 3 KHz | 2 KHz | |
|
|
|
|
4. Pengukuran Daya Beban Lampu Seri
Beban |
Daya Terukur (Watt) |
V total |
I total |
Daya Terhitung (Watt) |
1 Lampu | 0,66 watt | 2,2 V | 0,3 A | 0,66 watt |
2 Lampu | 0,5352 watt | 2,23 V | 0,24 A | 0,5352 watt |
3 Lampu | 0,456 watt | 2,28 V | 0,2 A | 0,456 watt |
5. Pengukuran Daya Beban Lampu Parallel
Beban |
Daya Terukur (Watt) |
V total |
I total |
Daya Terhitung (Watt) |
1 Lampu | 0,7458 watt | 2,26 V | 0,33 A | 0,7458 watt |
2 Lampu | 1,115 watt | 2,23 V | 0,5 A | 1,115 watt |
3 Lampu | 0,575 watt | 2,3 V | 0,25 A | 0,575 watt |
Oscilloscope
1. Kalibrasi oscilloscope
a. Hidupkan oscilloscope dan tunggu beberapa saat sampai pada layar akan muncul berkas elektron
b. Atur posisi sinyal pada layar sehingga terletak di tengah-tengah
c. Hubungkan input kanal A dengan terminal kalibrasi yang ada pada
oscilloscope
d. Amati bentuk gelombang dan tinggi amplitudonya.
2. Mengukur dan Mengamati Tegangan Searah dan Tegangan Bolak Balik
Susun rangkaian seperti gambar berikut
● Tegangan Searah
a. Atur output power supply sebesar 4 Volt
b. Hubungkan input kanal B oscilloscope dengan output power supply
c. Atur saklar oscilloscope pada DC, bacalah dan amati berapa tegangan yang diukur oleh oscilloscope
· Tegangan Bolak Balik
a. Atur generator sinyal pada frekuensi 1 kHz gelombang sinusoidal, dengan besar tegangan 4 Vp-p
b. Kemudian ukur dan amati tegangan ini dengan oscilloscope.
3. Mengukur dan Mengamati Frequency
a. Susun rangkaian seperti gambar berikut
b. Hubungkan output dari function generator dengan input kanal A oscilloscope. Saklar fungsi dari function generator pada posisi sinusoidal
c. Amati bentuk gelombang yang muncul pada layar, kemudian ukurlah frekuensinya. Catat penunjukan frekuensi dari function generator
d. Bandingkan hasil pengukuran frekuensi dengan oscilloscope dengan frekuensi yang ditunjukan oleh function generator
e. Ulangi langkah b dan c untuk gelombang gigi gergaji (segitiga) dan gelombang pulsa.
4.Membandingkan Frekuensi dengan Cara Lissajous
a. Susun rangkaian seperti gambar berikut
b. Atur selektor time base oscilloscope pada posisi XY dan saklar pemilih kanal pada posisi A dan sinkronisasi pada posisi B
c. Hubungkan sinyal dengan frekuensi yang tidak diketahui pada input A dan sinyal dengan frekuensi yang dapat dibaca pada input B
d. Atur frekuensi sinyal pada kanal A, sehingga diperoleh gambar seperti salah satu dari gambar 2.1. Kemudian amati berapa perbandingan frekuensinya.
Bacalah penunjukan frekuensi generator
e. Ulangi langkah b dan c untuk frekuensi yang lain dan catat hasilnya dalam bentuk gambar gelombang Lissajous
f. Atur perbandingan X:Y pada 1:1, 1:2, 1:3, 2:1, 2:3, 3:1, 3:2
Pengukuran Daya
5. Mengukur Daya Satu Fasa
a. Buat rangkaian seperti Gambar diatas dengan sumber AC dan beban 25 watt
b. Ukur daya yang terbaca pada wattmeter
c. Ulangi untuk beban yang berbeda-beda sesuai dengan Tabel
d. Catat penunjukan dari wattmeter.
1. Mengukur dan Mengamati Tegangan Searah dan Tegangan Bolak Balik
2. Mengukur dan Mengamati Frequncy
3. Membandingkan Frekuensi dengan Cara Lissajous
4. Pengukuran Daya Beban Lampu Seri
5. Pengukuran Daya Beban Lampu Parallel
-
Mengapa perlu dilakukan kalibrasi sebelum osiloskop digunakan?
-
Kalibrasi osiloskop diperlukan agar hasil pengukuran lebih akurat dan sesuai dengan standar.
-
Kesalahan pada sistem pengukuran, seperti ketidakakuratan skala tegangan dan waktu, dapat dikoreksi dengan kalibrasi.
-
Kalibrasi memastikan bahwa sinyal yang ditampilkan sesuai dengan nilai sebenarnya.
-
-
Jelaskan perbedaan tegangan AC dan DC pada osiloskop berdasarkan amplitude, frekuensi, dan perioda!
-
Tegangan AC (Alternating Current):
-
Memiliki amplitudo yang berubah-ubah secara periodik.
-
Memiliki frekuensi tertentu (misalnya 50 Hz atau 60 Hz pada listrik rumah).
-
Memiliki periode yang dapat diukur dari satu siklus penuh gelombang.
-
-
Tegangan DC (Direct Current):
-
Memiliki amplitudo tetap dan tidak berubah terhadap waktu.
-
Frekuensinya nol karena tidak mengalami perubahan periodik.
-
Tidak memiliki periode seperti AC karena merupakan tegangan konstan.
-
-
-
Jelaskan macam-macam bentuk gelombang berdasarkan generator fungsi dan frekuensi!
-
Gelombang sinusoidal: Bentuk gelombang yang paling umum dengan transisi halus antara puncak dan lembah.
-
Gelombang persegi (square wave): Naik dan turun secara tiba-tiba antara dua level tegangan.
-
Gelombang segitiga (triangle wave): Naik dan turun dengan perubahan linear, seperti bentuk segitiga.
-
Gelombang gigi gergaji (sawtooth wave): Memiliki kenaikan linear dan penurunan tiba-tiba.
-
-
Bandingkan nilai daya yang terukur dan nilai daya terhitung pada pengukuran daya beban lampu seri!
Berdasarkan hasil praktikum, nilai daya terukur dan nilai daya terhitung pada pengukuran daya beban lampu seri menunjukkan hasil yang sama. Kesamaan antara nilai daya terukur dan daya terhitung ini menunjukkan bahwa alat yang digunakan telah dikalibrasi dengan baik, sehingga mampu memberikan hasil pengukuran yang akurat dan tepat.
5.Bandingkan nilai daya yang terukur dan nilai daya terhitung pada pengukuran daya beban lampu paralel!
Berdasarkan hasil praktikum, nilai daya terukur dan nilai daya terhitung pada pengukuran daya beban lampu seri menunjukkan hasil yang sama. Kesamaan antara nilai daya terukur dan daya terhitung ini menunjukkan bahwa alat yang digunakan telah dikalibrasi dengan baik, sehingga mampu memberikan hasil pengukuran yang akurat dan tepat.
Download file LA [klik disini]
Download vidio praktikum
Percobaan 1 : [klik disini]
Percobaan 2 : [klik disini]
Percobaan 3 : [klik disini]
Percobaan 4 : [klik disini]
Percobaan 5 : [klik disini]





Komentar
Posting Komentar