MODUL 2
Osiloskop merupakan alat yang berfungsi untuk mengukur tegangan listrik, termasuk parameter seperti frekuensi dan fasa, serta menampilkan bentuk gelombang dari tegangan yang diukur. Tegangan yang ditampilkan oleh osiloskop adalah tegangan puncak (Vpeak). Prinsip kerja osiloskop adalah memetakan sinyal terhadap waktu (pada pengukuran satu sinyal) atau terhadap sinyal lainnya (pada pengukuran dua sinyal). Karena kemampuannya dalam menampilkan karakteristik dinamis sinyal tegangan, osiloskop sering dimanfaatkan untuk analisis dan pengujian rangkaian elektronik. (Denny Dermawan, 2012)
Sementara itu, pengukuran daya bertujuan untuk mengetahui jumlah daya yang digunakan atau dihasilkan oleh suatu sistem atau perangkat. Daya diperoleh dengan mengalikan nilai tegangan dan arus listrik. Kombinasi osiloskop dengan alat pengukur daya memungkinkan perhitungan daya yang lebih akurat dan efisien. Osiloskop berperan dalam menampilkan bentuk gelombang tegangan serta arus, sedangkan alat pengukur daya digunakan untuk menghitung daya yang dikonsumsi atau dihasilkan. Proses ini memiliki peran penting dalam memahami efisiensi energi dan performa perangkat elektronik. Dengan memahami keterkaitan antara osiloskop dan alat pengukur daya, kita dapat memperoleh wawasan lebih dalam mengenai analisis gelombang listrik dan konsumsi daya secara bersamaan.
- Dapat menggunakan dan mengetahui kegunaan dari oscilloscope
- Dapat mengetahui bentuk gelombang Lissajous
- Dapat mengukur daya pada rangkaian beban daya lampu seri
- Dapat mengukur daya pada rangkaian beban daya lampu parallel
. Generators
3. Instrument
4. Module
Perhitungan untuk Resistor dengan 4 Gelang warna :
Gambar 2.2 Pengukuran Frekuensi
![]()
Lampu adalah sebuah peranti yang memproduksi cahaya. Kata "Lampu" dapat juga berarti bola Lampu. Lampu pertama kali ditemukan oleh Sir Joseph William Swan.
Lampu adalah sebuah benda yang berfungsi sebagai penerang, lampu memiliki bentuk seperti botol dengan rongga yang berisi kawat kecil yang akan menyalah apabila disambungkan ke aliran listrik.
jika memasang beberapa lampu dengan rangkaian seri, maka nyala yang dihasilkan oleh lampu tersebut tidak menjadi begitu terang. Hal tersebut terjadi, dikarenakan lampu membutuhkan arus listrik yang cukup besar, terutama apabila ada banyak lampu.
Prinsip kerja dari rangkaian seri adalah jika dalam rangkaian listrik tersebut diberi dua lampu, kemudian ada satu sakelar dan sakelar tersebut dimatikan, maka kedua lampu pun akan ikut mati.Hal ini tentu berbeda dengan cara kerja dari rangkaian paralel. Sebab, rangkaian paralel adalah sebuah rangkaian elektronik atau listrik yang proses penyusunannya dilakukan dengan cara bersusun atau sejajar.
Pada rangkaian paralel, rangkaian listrik terhubung secara bercabang atau berderet dan berbeda dengan rangkaian seri. Dikarenakan bercabang, maka setiap komponen yang dilalui oleh arus listrik akan dijumlahkan dan menjadi jumlah total arus secara keseluruhannya.












.png)
.png)
.png)

Komentar
Posting Komentar